http://en.wikipedia.org/wiki/File:Turkish_air_force_transall_c-160d_followmecar_arp.jpg

Pertanyaan seorang anggota grup facebook tentang gunanya follow me car menggugah ingatan saya. Suatu hari saya terbang ke bandar udara internasional Indira Gandhi di New Delhi, India. Cuaca cukup dingin dan jarak pandang sangat terbatas. Laporan menyebutkan jarak pandang di landasan (RVR) hanya 200 meter. Kami bisa landing di sini dengan jarak pandang 175 meter. Jadi kami teruskan pendaratan dengan ILS CAT 3A. Autoland. Saya duduk di kanan dengan seorang kapten lain karena first officer yang seharusnya menerbangkan penerbangan ini tidak masuk karena sakit.

Setelah mendarat, lampu tengah landasan masih terlihat dan kami keluar landasan masuk ke taxiway. Kabut makin pekat sampai akhirnya kami tidak bisa melihat tanda-tanda di taxiway. Jarak pandang di taxiway kurang dari 50 meter, hanya 2-3 lampu yang terlihat dan kami tidak bisa menentukan posisi kami.

Saya panggil ground controller di radio untuk meminta layanan follow me car. Cukup lama kami menunggu, karena dengan mobil pun sangat susah untuk mendapatkan posisi kami. Semua lampu luar pesawat kami nyalakan agar mereka mudah menemukan pesawat ini. Penumpangpun kami beri tahu apa yang terjadi sehingga tidak mengira-ngira atau merasa takut.

Terdengar seseorang berbicara di radio dengan bahasa Hindi dan menyebutkan posisi pesawat di taxiway. Kami menebak orang tersebut adalah pengemudi mobil Folllow Me yang berbicara dengan ground controller.

Beberapa saat kemudian terlihat sebuah mobil jip khas dari negara India, bertuliskan “Follow Me” di atapnya, bentuknya seperti mobil polisi dalam film-film yang berasal dari negara ini. Mobil tersebut berputar di depan kami, berjalan di tengah taxiway lalu dengan cepat meninggalkan kami sebelum kami sempat menggerakkan pesawat. Kami berpandangan di kokpit dan tidak bisa menahan senyum kami. Saya panggil lagi ground controller dan memberi tahu bahwa mobil Follow Me tersebut terlalu cepat dan minta agar dia kembali.

Terdengar kembali percakapan dalam bahasa Hindi di radio. Mobil jip tersebut datang kembali dan berputar lagi di depan kami. Kali ini dia bergerak dengan perlahan sehingga kami bisa mengikuti mereka di belakangnya.

Selain mengikuti mobil ini, kami di kokpit juga menghitung belokan yang dilalui dengan gaya “rally”. Cara yang sama yang dilakukan oleh navigator pada waktu balapan rally mobil.

Dengan cara ini, CM1, pilot yang berada di kiri mengemudikan pesawat, sementara CM2, pilot yang ada di kanan menyebutkan nama taxiway yang dilewati, taxiway yang akan dilewati dan berapa derajat belokannya.

Tiba-tiba mobil “Follow Me” ini berbelok ke kiri tanpa diduga. CM1 mengikuti dengan membelokkan pesawat ke kiri. Saya yang duduk di kanan segera berseru “STOP!”. Saya beritahu pada CM1 bahwa kita seharusnya belok di belokan berikutnya dan di NOTAM (Notice To Airman) tertulis taxiway ini tutup. Saya kembali menghubungi ground controller di radio dan meminta verifikasi posisi kami di ground radar.

Ground controller mengkonfirmasi bahwa kami berada di taxiway yang salah tapi bisa melanjutkan karena taxiway tersebut sudah dibuka. Kembali terdengar percakapan dalam bahasa Hindi di radio antara pengemudi Follow Me car dan ground controller. Taxi diteruskan sampai ke tempat parkir tanpa ada halangan yang berarti.

Demikian sekilas pengalaman saya dengan pelayanan follow me car yang ada di bandara tersebut. Semoga bisa menjawab pertanyaan apa gunanya follow me car.

Selain untuk memandu pesawat pada waktu jarak pandang sangat terbatas, follow me car digunakan pada waktu lainnya seperti: tanda taxiway yang tidak jelas, tanda tempat parkir yang kurang jelas, bahkan cara masuk parkir yang tidak umum.

Baru-baru ini saya terbang ke bandar udara Berlin Tegel di Jerman. Pada waktu memasuki taxiway, ada sebuah follow me car yang menunggu dan memandu kami melalui taxiway yang terlihat sempit. Beberapa taxiway tidak memiliki lampu, begitu pula garis panduan masuk ke tempat parkir tidak jelas.

Kami tinggal mengikuti mobil tersebut sampai di tempat parkir lalu kemudian diteruskan dipandu oleh marshaller. Orang yang memandu parkir dengan 2 lampu merah di tangannya.

 

 

 

 

 

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top