Anda disini:

ICAO Regulatory Framework

ICAO (International Civil Aviation Organization) adalah salah satu organisasi di bawah PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) untuk urusan penerbangan sipil dunia. Oganisasi ini pertama kali di dirikan pada Chicago Conference pada Desember 1944 dengan nama PICAO (Provisional International Civil Aviation Organization) yang kemudian berubah menjadi ICAO pada tahun 1947 dan Montreal, Canada sebagai markas besar secara permanen dan sekarang beranggotakan 191 negara. Qatar telah mencoba mengajukan diri tahun lalu untuk di jadikan markas besar menggantikan Canada dengan segala iming iming termasuk di bebaskan dari sewa gedung (free) dan juga posisi Qatar yang secara geografis berada di pertengahan peta dunia.

Dalam  hal yang menyangkut dunia penerbangan, ICAO mempunyai program-program sebagai berikut:

  • Safety, meningkatkan keselamatan penerbangan sipil secara global
  • Security, meningkatkan  keamanan penerbangan sipil secara global
  • Environment Protection, meminimalisir efek buruk dari  dunia penerbangan terhadap lingkungan
  • Efficiency, meningkatkan efisiensi dari operasi penerbangan
  • Continuity, menjaga keberlangsungan operasi penerbangan
  • Rule of law, meningkatkan standard peraturan penerbangan sipil

 

Untuk menunjang program-programnya ICAO mempunyai  7 kantor wilayah perwakilan:

  1. Bangkok, Thailand – Wilayah Asia Pacifik
  2. Cairo, Egypt – Wilayah Timur Tengah
  3. Dakar, Senegal –  Wilayah Afrika Barat dan Tengah
  4. Lima, Peru – Wilayah Amerika Selatan
  5. Mexico City – Wilayah Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia
  6. Nairobi, Kenya – Wilayah Afrika Timur dan Selatan
  7. Paris, Perancis – Wilayah Eropa dan Atlantik Utara
Selengkapnya...

Kesempatan belajar di sekolah penerbang bersubsidi

Informasi bagi yang berminat menjadi Taruna Penerbang.

Telah dibuka pendaftaranTaruna Non Diploma Penerbang

Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi

Dari tgl 13 sampai 29 Agustus 2014 informasi lebih lanjut bisa di akses di http://bpsdm.dephub.go.id/statics/sipencatar atau di:

LOKA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENERBANG BANYUWANGI

Kompleks Bandara Blimbingsari Jl. Agung Wilis, Kec. Rogojampi Banyuwangi - Jawa Timur, 68462

Tel: +62 333 7612888, 630456 Fax: +62 333 630723

Safety Management System bagian 3, Safety Assurance.

Dalam tulisan yang lalu kita sudah melihat pak kepala sekolah melakukan satu urutan lengkap SRM. Kegiatan ini harus diulangi terus-menerus untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna.

Kembali ke warung mpok Nunung. Dulu waktu baru buka warung mpok Nunung terkenal dengan pecelnya yang enak. Warungnya kurang laku karena faktor-faktor yang disebutkan di tulisan pertama. Mpok Nunung waktu itu hanya memberi perhatian pada kualitas pecelnya. Perhatiannya kurang pada hal lain seperti pelayanan, porsi yang standar, tempat yang bersih dan lainnya.

Mpok Nunung selalu merasakan pecel yang dia buat sebelum diberikan pada pelanggannya. Begitu juga anaknya dan anak buahnya. Mpok Nunung sudah melakukan Quality Control. Menyeleksi rasa pecel yang diberikan pada pelanggannya. Jadi kalau tidak enak, akan dibuatkan yang baru sebelum sampai ke pelanggannya.

Ternyata usaha ini kurang memberikan hasil yang sempurna dan pecel yang sudah jadi banyak yang terbuang karena tidak memenuhi standar kualitas yang diberikan oleh mpok Nunung.

Sekarang dengan manajemen mutu yang baru, mpok Nunung mengendalikan dan memantau semuanya dari awal. Jadwal beli bahan untuk membuat pecel, memilah kacang dari yang keras dengan yang baik, menyamakan kualitas pecel dengan mengadakan "training" untuk semua pembuat pecel di warungnya dan lain-lain. Akhirnya tanpa sadar kualitas pecel sudah ditentukan bahkan sebelum pecelnya dibuat. Inilah yang disebut dengan Quality Assurance.

Jadi kalau Quality Control melakukan kendali mutu atas barang yang sudah dibuat, maka Quality Assurance melakukan kendali mutu dengan orientasi proses. Kendali berorientasi proses ini tidak hanya berfokus pada proses pembuatan pecel tapi mencakup semua proses termasuk kebersihan warung. Quality Assurance juga berfokus dalam pencegahan defect bukan perbaikan. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Quality Control memeriksa hasil dari produk yang sudah jadi, sedangkan quality assurance menentukan kualitas seblum barang dibuat dan memastikan hasilnya akan sama dengan yang diinginkan.

Safety assurance juga sama. Semua diawasi dan ditindaklanjuti. Setiap kali ada ketidaksesuaian akan diselesaikan bahkan sebelum hal tersebut terjadi. Pesawat tidak diperbaiki waktu rusak tapi dikendalikan agar tidak rusak. Kecelakaan tidak ditunggu terjadi tapi dihalangi agar tidak terjadi. Proses ini berulang terus menerus.

Hari berikutnya.
Pak kepala sekolah sudah tenang sekarang. Dia sudah bisa membayangkan sistem SRM yang akan dia buat.

"Suleh, buatkan satu pecel untuk pak kepala sekolah!". Mpok Nunung ingin tetap mengobrol. Pak kepala sekolahpun tidak keberatan karena pecelnya akan sama kualitasnya dengan buatan mpok Nunung. Pak kepala sekolah sebenarnya agak pusing juga dengan cerita warung pecel ini, tapi karena hatinya sudah tenang sekarang dia mencoba untuk membuat safety assurance seperti quality assurance yang dibuat oleh mpok Nunung.

Resiko kabel dan tiang SUTET masih terngiang di kepala pak kepala sekolah. Resiko sudah diidentifikasi. Kendali untuk mengurangi resiko pun sudah dilakukan. Sekarang bagaimana untuk memantau kendali resiko ini?

Selengkapnya...

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com

Pengunjung

Kami memiliki 148 tamu dan tidak ada anggota online

Go to top