|
Ditulis oleh Fadjar Nugroho
|
|
Rabu, 01 September 2010 02:57 |
 Banyak orang awam atau bahkan penerbang menyangka menjadi pilot adalah bisa menerbangkan pesawat saja. Padahal di sekolah penerbangan, jika seorang siswa terbang dengan instruktur 1-2 jam saja sehari, dalam keadaan normal hanya diperlukan waktu kurang dari satu-dua minggu untuk bisa terbang solo, hanya dalam waktu 5 sampai 15 jam terbang saja. Bayangkan, waktunya hampir sama dengan belajar mengemudi mobil. Jadi dengan analogi ini kita bisa menebak bahwa menerbangkan pesawat tidak terlalu susah kan?. Bahkan seorang penerbang yang baru lulus dari sekolah penerbang dengan lisensi CPLnya, hanya perlu waktu kurang dari 6 minggu untuk belajar menerbangkan sebuah pesawat jet seperti Boeing B737. Jadi apa sebenarnya yang membuat peraturan penerbangan mengharuskan seorang calon penerbang untuk mempunyai jam terbang yang cukup banyak sampai ratusan jam untuk bisa mendapatkan lisensi penerbang? Maksud saya, jika seorang belajar mengemudi mobil, maka setelah dia bisa mengemudi dan lulus di tes maka dia langsung mendapatkan Surat Ijin Mengemudi. Sedangkan seorang calon penerbang yang sudah lulus ujian teori dan bisa terbang solo tanpa instruktur tetap harus mengumpulkan jam terbang tertentu sebelum bisa mendapatkan lisensinya. Jawabannya adalah resiko dan bahaya (hazard). |
|
Terakhir Diperbaharui Rabu, 01 September 2010 09:25 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Aero Tech Academy
|
|
Minggu, 29 Agustus 2010 01:07 |
|
Di awal tahun 2010 salah satu Sekolah Pilot di California bagian selatan tepatnya di kota Redlands memiliki 2 pemilik saham baru yang berasal dari Indonesia. Capt Rinaldy Bangsawan yang berdarah keturunan Ujung Pandang yang dulunya sempat menjadi pilot di Sempati, menjabat sebagai Program Director. Sementara itu CEO dijabat Oleh Oscar Matulessya yang berdarah Maluku tetapi Kelahiran kota Duri Riau. Flying School tersebut bernama Aero Tech Academy yang sudah berdiri sejak tahun 1978. Selain sudah cukup lama berkecimpung di dunia pendidikan, sekolah ini juga sudah mendapatkan ijin untuk mengajar program Proffesional Pilot atau yang suka disebut program PART 141.
Sekolah pilot ini juga mempunya ijin imigrasi untuk bisa mengeluarkan surat yang dikenal dengan sebutan “Surat i-20”. Surat ini akan membantu para calon murid untuk mendapatkan Visa ke Amerika. Hanya sekolah yang mempunyai ijin Imigrasi inilah yang bisa mendidik para murid dari luar amerika. |
|
Terakhir Diperbaharui Minggu, 29 Agustus 2010 09:31 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Yohanes Sugiarto
|
|
Senin, 14 Juni 2010 09:02 |
|
Beberapa waktu yang lalu, dalam masa peralihan menjadi Pilot In Command (PIC) di setiap latihan terbang saya untuk Visual Flight Rules (VFR), saya mengalami peristiwa yang tidak akan pernah saya lupakan. Kejadian ini berdasarkan kejadian nyata berdasarkan pengalaman saya pribadi. Tidak ada maksud untuk menunjukan kehebatan dalam pengalaman saya. Flight Plan: RPVM (Mactan) – Dumaguete (RPVD) Distance: 80 Nautical Miles Estimated flight duration: 1 Hour
Senin, 26 April 2010 Satu hari sebelum terbang, saya memeriksa prakiraan cuaca dan foto dari satelit untuk daerah sekitar di mana saya akan terbang besok harinya. Setelah saya periksa, ternyata cuaca di rute yang akan saya terbangi tidak terlalu bagus pada saat itu. |
|
Terakhir Diperbaharui Jumat, 27 Agustus 2010 09:50 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh Fadjar Nugroho
|
|
Jumat, 27 Agustus 2010 09:24 |
|
Jam 8 pagi saya sudah sampai ke Bandar Udara Budiarto di Curug Tangerang untuk mengikuti test Tingkat Kemahiran Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Diklat Departemen Perhubungan. Nilai tes bahasa Inggris ini akan dicantumkan di lisensi penerbang saya dan merupakan keharusan bagi penerbang dan ATC di negara-negara anggota ICAO.
Sesampainya di sana, sudah ada dua orang penerbang helikopter. Kemudian menyusul seorang penerbang helikopter senior yang juga instruktur saya pada waktu saya mengambil kelas ATPL di Curug ini. Beliau tidak ingat pada saya karena banyaknya siswa yang pernah diajar. Tapi saya tentunya masih ingat pada beliau terutama karena pelajaran Navigasi yang disampaikan oleh beliau cukup menarik dan praktis. Lalu terakhir dua orang penerbang Boeing B737 dari sebuah maskapai swasta nasional dan dua orang ATC (PLLU, Pengatur Lalu Lintas Udara) Jadi total ada 8 orang yang akan mengikuti tes. Ada 3 sesi tes yaitu interview (wawancara), radio telephony yang merupakan skenario interaktif dan reading/listening. Kedua sesi pertama dilakukan secara individual (sendiri-sendiri) jadi kami mengantri menunggu giliran. Pada saat inilah saya mencuri dengar pembicaraan menarik dari ketiga penerbang helikopter tersebut. Kira-kira isinya seperti ini. Kebetulan semuanya orang Jawa sehingga banyak kata-kata bahasa Jawa yang bermunculan. |
|
Terakhir Diperbaharui Minggu, 29 Agustus 2010 15:27 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Fadjar Nugroho
|
|
Senin, 14 Juni 2010 09:35 |
Lebih baik terlambat sampai di tujuan di dunia ini daripada lebih cepat datang ke dunia lain sebelum waktunya. Seorang penerbang dengan Lisensi PPL VFR berbagi pengalamannya masuk ke cuaca buruk selama beberapa saat, kehilangan jarak pandang yang cukup untuk terbang VFR dan akhirnya membuat keputusan tepat bisa keluar dari cuaca buruk tersebut dengan selamat. Blog pilot - 9 menit terpanjang dalam hidup saya
Hal ini juga pernah terjadi pada penulis 15 tahun lalu pada saat penulis masih menjadi siswa penerbang bersama 2 teman siswa penerbang yang lain. Kami bersyukur kami selamat dan sekarang kami semua sudah menjadi penerbang profesional. Kedua tulisan ini adalah sebuah pelajaran yang berharga dan kami berharap kejadian yang sama tidak terjadi. Tulisan ini juga berisi mengapa hal ini terjadi dan beberapa tips untuk menghindari kejadian yang sama. Kejadian seperti ini bukanlah kejadian langka dan konon menyumbangkan banyak dari kecelakaan fatal. Yang juga menarik adalah adanya beberapa kecelakaan IIMC di dalam atau di luar negeri yang melibatkan penerbang dengan lisensi Instrument Rating. Pada saat terbang VFR, tidak siap dengan kondisi cuaca /jarak pandang yang memburuk. |
|
Terakhir Diperbaharui Kamis, 22 Juli 2010 23:40 |
|
Selanjutnya...
|
|
|