Efek G-Force pada Fisiologis Tubuh
Ditulis oleh Sigit Agung Priasmoyo   
Minggu, 12 Mei 2013 14:39

Atraksi dan gerakan–gerakan pesawat tempur ataupun pesawat aerobatik tentunya akan menghasilkan apa yang dinamakan G-Force. Untuk Penjelasan G-Force, bisa dibaca pada http://ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/teori-penerbangan-mainmenu-68/41-pengetahuan-umum-penerbangan/626-load-factor.

Tidak semua orang bisa dan mampu untuk menjadi penerbang aerobatik dan pesawat tempur. Banyak tes yang harus dilalui untuk menjadi penerbang berkualifikasi penerbang tempur ataupun aerobatik. Salah satu tes yang dilakukan ialah tes ketahanan tubuh terhadap G-Force yang dihasilkan dari gerakan pesawat. Tes ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan tubuh setiap calon penerbang aerobatik/tempur terhadap G-Force.

Akan ada efek fisiologis pada tubuh manusia ketika mendapatkan G-Force. G-Force yang melewati kemampuan tubuh manusia dapat berakibat fatal. G-Force bernilai positif tentunya akan menghasilkan efek yang berbeda dengan G-Force yang bernilai negatif.

 


G-Force Positif

Ketika sebuah pesawat dalam posisi normal (Straight and level) melakukan gerakan berputar ke atas (Loop) atau berbelok (turn), pesawat tersebut mendapatkan G-Force positif, arah sentrifugal pesawat tersebut searah dengan arah berat pesawat tersebut, yaitu ke bawah pesawat.  Pada saat melakukan gerakan tersebut, efek dari arah gaya sentrifugal membuat darah pada tubuh bagian atas manusia mengikuti arah gaya sentrifugal tersebut, yaitu ke tubuh bagian bawah. Pada saat penerbang melewati batas ketahanan tubuhnya, hampir semua darah sudah berkumpul ke tubuh bagian bawah, ditambah beban yang diterima penerbang akibat G-Force itu sendiri. Hal ini tentunya berakibat pada berkurangnya pasokan oksigen ke otak, yang berujung pada Hypoxia bahkan menyebabkan kematian.

Hypoxia yang terjadi karena G-Force yang tinggi tidak bisa disamakan dengan hypoxia yang terjadi akibat hilangnya tekanan kabin pada pesawat–pesawat komersial  yang menyebabkan darah pada tubuh mengandung sedikit oksigen. Lebih parah lagi, Hypoxia yang terjadi akibat G-Force yang tinggi berlangsung sangat cepat (Hypoxia akut) karena darah yang membawa oksigen itu sendiri tidak mengalir ke otak. Efek G- Force juga berpengaruh pada penurunan tekanan darah, sehingga menghambat pompa jantung untuk mengalirkan darah ke tubuh bagian atas.

Terakhir Diperbaharui Minggu, 12 Mei 2013 19:42
Selanjutnya...
 

Pengunjung

Kami memiliki 28 Tamu online