Anda disini:

Human factor Analysis

Penyebab kecelakaan pesawat biasanya diakibatkan oleh 3 faktor utama yaitu, faktor teknis, faktor cuaca dan faktor kesalahan manusia (human error). Pada tulisan ini kita hanya akan membahas faktor yang diakibatkan oleh human error atau dalam lingkup yang lebih luas lagi yaitu human factor (Faktor manusia). Berdasarkan beberapa studi dan statistik faktor human error ini adalah faktor penyumbang terbesar dalam kecelakaan, bahkan 2/3 dari rangkaian penyebab kecelakaan pesawat komersial (Wiegman and Shappel, 2009). Karena meningkatnya kecelakaan, sejak tahun 1970, dunia penerbangan mulai fokus pada human factor yaitu bagaimana memahami human decision making process (Proses pengambilan keputusan) dan bagaimana manusia penerbangan bereaksi dan berinteraksi dengan teknologi baru, prosedur dan peraturan keselamatan penerbangan yang terus menerus diperbaharui karena kita dituntut untuk mengambil keputusan yang bebas dari kesalahan (Error-Free Judgement).    

Dari semua unsur yang terlibat dalam suatu aktifitas penerbangan, penerbang memiliki andil human error yang lebih banyak, karena penerbang adalah rangkaian terakhir dari rantai aktifitas penerbangan yang harus mengidentifikasi dan mengoreksi error sebelum berubah menjadi kecelakaan yang fatal. Pada dasarnya human error adalah ‘Poor Human Decision Making’ (Kurang tepat dalam mengambil keputusan)  yang terjadi karena 3 hal:

  1. Incomplete Information (Informasi yang tidak lengkap)
  2. Inaccurate/Irrelevant Information (Informasi yang tidak akurat)
  3. Poor Information Process (Proses informasi yang salah)
Selengkapnya...

Investigasi Reruntuhan/Serpihan Pesawat Karena Impact/Benturan

Rekonstruksi kecelakaan TU-154 di RusiaKali ini kita akan membahas sekelumit mengenai reruntuhan/serpihan akibat dari impact (benturan) baik benturan terhadap daratan maupun lautan. Bahasan ini tidak bermaksud menganalisa suatu kecelakaan pesawat tertentu tapi membahas teori secara umum karena setiap kecelakan pesawat yang terjadi saat terbang berbeda sebab dan akibatnya. Apabila di temukan lokasi kecelakaanpun hanya akan dijumpai sisa reruntuhan yang mungkin bagi awam akan tidak berguna. Tetapi bagi accident investigator ada beberapa bagian penting yang bisa membantu penyelidikan, dengan cara memprediksi dan merekonstruksi situasi saat kena impact.

Hal ini dikarenakan serpihan dan dinamika benturan dipengaruhi oleh kecepatan dan sudut benturan. Kecepatan pesawat pada umumnya menentukan parah atau hancurnya struktur pesawat. Sedangkan sudut benturan akan mempengaruhi kemana saja serpihan-serpihan itu akan terlempar.


Water Impact (Benturan Terhadap Air)
Apa yang terjadi pada saat pesawat membentur laut? Yang paling mempengaruhi adalah kecepatan pesawat atau kecepatan saat jatuh ke laut. Walaupun berupa benda cair, lautan adalah objek padat apabila pesawat berbenturan pada kecepatan yang tinggi. Akibatnya serpihan bisa hampir sama dengan ketika pesawat membentur tanah. Pada saat berbenturan dengan air, akan dipengaruhi juga oleh sudut benturan yang tergantung juga dari besar kecilnya ombak lautan. Jika lautan tenang tak berombak dan sudut benturan besar maka akan lebih parah serpihannya di bandingkan sudut benturan yang kecil. Sedangkan pada sudut benturan yang sama pada ombak yg kecil, ombak yang besar justru akan mengurangi besarnya benturan yang berakibat pada sedikitnya serpihan karena pesawat justru tendensi masuk ke dalam laut bersamaan dengan gejolak gelombang.

Selengkapnya...

CRM in practice

“Penulisan berikut ini tidak dapat menjabarkan CRM secara keseluruhan. Diharapkan dapat memperkenalkan dasar mengenai CRM.”

Saya menemukan materi pelatihan CRM yang tertulis dalam CASR ada di dalam part 121, 135, dan 141.

121.406 Crew Resource Management Training

(a) No air carrier shall assign a person to act as a crew member on any aircraft unless that person has received crew resource management training in accordance with the following: …

135.433 Crew Resource Management Training

No air carrier shall assign a person to act as a crewmember on any aircraft requiring two or more crewmembers, unless that person has received crew resource management training in accordance with the following: ...

Dilatarbelakangi oleh beberapa pengalaman saat bekerja dengan beberapa mitra terbang dalam Multi-Crew Cockpit, membuat penulis ingin membagikan pengalamannya yang mungkin dapat digunakan sebagai pembelajaran.

CRM (Crew Resource Management), adalah penggunaan semua sumber daya yang ada oleh awak pesawat, untuk mencapai misi penerbangan yang Aman dan Efisien, serta mengurangi tingkat kesalahan, mengurangi stres dan meningkatkan Efisiensi.

Bagaimana menghadapi seseorang dengan pengalaman terbang sudah sangat tinggi, lalu bekerja dengan seseorang dengan jam terbang rendah? Bagaimana interaksi dengan rekan kerja sesama seperti dengan kru darat? Dan juga dengan awak kabin? CRM dibuat untuk menjembatani hal tersebut, dengan tujuan untuk mencapai keselamatan penerbangan serta operasional yang efisien.

Selengkapnya...

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com

Pengunjung

Kami memiliki 98 tamu dan tidak ada anggota online

Go to top