Bahasa Inggris dalam penerbangan

Pada tahun 1993, sebuah pesawat MD-82 melakukan ILS Approach (mendekati bandar udara dengan bantuan radio navigasi ILS yang ada di darat) di Urumqi, China, dalam keadaan berkabut. Tiba-tiba autopilot mati sendiri, penerbang lalu menyalakan lagi autopilot. Tapi mereka tidak menyadari bahwa auto pilot yang tadinya mengikuti sinyal ILS (APP mode), sudah berubah menjadi Vertical Speed mode dengan kecepatan -800 feet/minute. Pesawat kemudian menjadi turun di bawah sinyal glide slope (sinyal pemandu secara vertikal).

Pada saat itu GPWS (Ground Proximity Warning System) berbunyi. GPWS mendeteksi posisi pesawat yang mendekati gunung dan berbunyi "Whoop whoop PULL UP", tandanya penerbang harus menarik kendali dan menaikkan pesawatnya menghindari daratan/pegunungan di depannya. Cockpit voice recorder merekam percakapan di kokpit dan percakapan terakhir yang terdengar sebelum pesawat menghunjam daratan adalah kalimat dalam bahasa China, " Apa sih artinya pull up?".

Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa yang diakui ICAO (badan penerbangan PBB) untuk dunia penerbangan selain 6 bahasa lainnya termasuk Arab dan bahasa China. Tapi dalam penerbangan Internasional, bahasa Inggris dipakai lebih banyak daripada bahasa lain dan menjadi bahasa de facto secara internasional. Pemakaian bahasa lokal bukanlah sebuah "dosa" tapi memahami percakapan baku dalam penerbangan dalam bahasa Inggris adalah sudah menjadi keharusan.

Keadaan ini diperkuat dengan banyaknya produksi pesawat dari negara berbahasa Inggris seperti USA, UK dan Canada. Bahkan Perancis pun sebagai negara pembuat pesawat, menyediakan pesawat-pesawatnya dengan kokpit yang berlabel tulisan berbahasa Inggris.

Contoh kecelakaan pesawat MD-82 di atas menunjukkan bahayanya ketidak pahaman pada bahasa Inggris, padahal mungkin bagi sebagian besar penerbang, kata PULL UP adalah kata yang sederhana.

Pertanyaannya apakah kita akan selamat jika kita berbahasa Inggris dengan fasih? tidak juga.

Berikut adalah contoh sebuah percakapan di kokpit yang tidak dua arah, sehingga pada dasarnya kedua orang itu tidak berkomunikasi satu sama lain, padahal keduanya adalah orang Amerika Serikat yang berbahasa Inggris .

CA- Captain
F/O- First Officer
TWR- Tower

15:59:51 CA It's spooled. Real cold, real cold.
15:59:58 F/O God, look at that thing. That don't seem right, does it? Uh, that's not right
16:00:09 CA Yes it is, there's eighty
16:00:10 F/O Naw, I don't think that's right. Ah, maybe it is.
16:00:21 CA CAM-1 Hundred and twenty.
16:00:23 F/O CAM-2 I don't know
16:00:31 CA Vee-one. Easy, vee-two
16:00:39 [Sound of stick shaker starts and continues until impact]
16:00:41 TWR Palm 90 contact departure control.
16:00:45 CA Forward, forward, easy. We only want five hundred.
16:00:48 CA Come on forward....forward, just barely climb.
16:00:59 CA Stalling, we're falling!
16:01:00 F/O Larry, we're going down, Larry....
16:01:01 CA I know it.
16:01:01 [Sound of impact]


Bagian yang ditebalkan adalah bagian percakapan yang tidak baku.

Pesawat take off dalam keadaan Icing (salju dan es) tapi kedua penerbang lupa menyalakan anti-ice.  F/O merasakan keanehan pada indikasi kecepatan dan mesin, tapi gagal memberi tahu kapten. Kapten berkonsentrasi pada penerbangan juga gagal menangkap kekhawatiran F/O.

Pesawat hanya mencapai 300 kaki lalu stall dan jatuh di Sungai Potomac, USA. Berikut adalah percakapan yang mungkin menyelamatkan mereka:


CAPTAIN: stabilize (mesin stabilize pada waktu putaran mesin dinaikkan, spool up)
F/O: Confirm engine indication? (melihat indikasi yang tidak beres)
CAPTAIN: Affirm, 80 knots (pesawat mencapai 80 knots)
F/O: (ragu-ragu) ABORT!!
Take off akan di batalkan oleh Kapten.


Selain kedua cerita di atas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam komunikasi dalam penerbangan baik oleh ATC maupun penerbang.

Readback dan Hearback

Readback adalah kewajiban penerbang dan hearback (mendengarkan kalimat readback dari penerbang) adalah kewajiban ATC.

Homonim

Ada beberapa kata yang sama bunyinya dalam bahasa Inggris, antara lain: two dan to serta four dan for.

Hindari penggunaan kata TO dan FOR untuk report atau readback ketinggian (Altitude/ Flight Level).

Contoh
penerbang: Jakarta Approach, PK-ABCD passing Five Hundred feet climbing TO EIGHT hundred feet (800 kaki)

Penerbang ini sedang menanjak melewati 500 kaki dan naik ke 800 kaki, tapi di radio sekilas akan terdengar sama bunyinya dengan: PK-ABCD passing Five Hundred feet climbing TWO EIGHT hundred (2800 kaki)

 

Aksen

Semua orang, bahkan yang lahir dan besar di negara berbahasa Inggrispun akan punya aksen masing-masing. Seorang dari USA mungkin akan kesulitan mendengar percakapan orang Australia. Bahkan sesama orang Indonesiapun kadang-kadang merasa aneh pada waktu mendengar orang dari pulau/suku lain yang berkomunikasi dengan bahasa nasional Indonesia karena perbedaan aksen dan kosa kata yang dipakai.
Satu-satunya cara untuk menghindari kesalahan dalam penerbangan karena aksen yang kuat adalah menggunakan kata baku ( standard phraseologies) dengan pengucapan yang baku pula.


sumber:
http://ilmuterbang.com/artikel-mainmenu-29/atc-dan-komunikasi-udara-mainmenu-76/169-penggunaan-kalimat-tidak-formal-dalam-radiotelephony

md82 di urumqi: http://www.md80.net/yabbse/index.php?topic=78.0

Air Florida flight 90: http://www.planecrashinfo.com/cvr820113.htm

Bunyi peringatan yang dapat dibuat oleh komputer di MD80, dapatkah anda mendengar "whoop whoop pull up"? :

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top