"Dear dr Ady, saya sering mengalami rasa nyeri dan penuh pada telinga saat naik pesawat, itu kenapa ya?"


Pertanyaan tersebut terkait dengan perubahan tekanan yang terjadi saat naik pesawat udara. Ulasan singkat berikut akan membahas apa itu barotrauma dan beberapa tips untuk mengurangi risikonya.
Barotrauma didefinisikan sebagai trauma atau kerusakan yang terjadi akibat perubahan tekanan. Ketika kita mendaki ke tempat yang lebih tinggi, tubuh kita terpapar oleh tekanan eksternal yang berkurang. Sedangkan tekanan di dalam rongga-rongga tubuh masih sama dengan tekanan saat masih berada di darat. Sebagai akibatnya gas-gas di dalam rongga tubuh mulai mengembang mengikuti hukum Boyle ("jika suhu konstan, volume sebuah gas adalah berbanding terbalik dengan tekanannya").
 
Tubuh manusia mengandung gas dan udara dalam jumlah yang signifikan. Beberapa diantaranya larut dalam cairan tubuh. Udara sebagai gas bebas juga terdapat di dalam saluran pencernaan, telinga tengah, dan rongga sinus, yang volumenya akan bertambah dengan bertambahnya ketinggian.
 
Ekspansi gas yang terperangkap di dalam sinus bisa menyebabkan sakit kepala, ekspansi gas yang terperangkap dalam telinga tengah bisa menyebabkan nyeri telinga, dan perasaan kembung atau penuh pada perut jika ekspansi terjadi pada gas di saluran pencernaan.
 
Ekspansi gas yang terperangkap dalam usus halus bisa menyebabkan nyeri yang cukup hebat hingga terkadang bisa menyebabkan tidak sadarkan diri. Pada ketinggian 8000 kaki gas-gas yang terperangkap dalam rongga tubuh volumenya bertambah 20% dari volume saat di darat. Semakin cepat kecepatan pendakian maka semakin besar risiko mengalami ketidaknyamanan atau nyeri.
 
Penting untuk diingat juga bahwa gas bisa terperangkap di dalam gigi yang baru selesai ditambal. Hal ini bisa menyebabkan apa yang disebut dengan aerodontalgia dimana nyeri bisa mencapai tingkatan yang mengurangi kemampuan pilot dalam menavigasi pesawat.
 
Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi risiko terjadinya barotrauma:
  • Jangan melakukan penerbangan jika menderita batuk pilek atau gangguan pada saluran pernafasan atas
  • Hindari mengkonsumsi makanan yang menghasilkan gas
  • Hindar makan terlalu cepat atau makan terlalu banyak karena kemungkinan menelan udara lebih banyak
  • Jangan melakukan penerbangan dalam 24 jam setelah pengobatan atau penambalan gigi
  • Hindari minum dalam jumlah banyak minuman bersoda atau bergas.
Semoga bermanfaat!
http://www.adywirawan.com

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top