Saya mengidap asthma, bolehkah saya naik pesawat?
Untuk menjawab pertanyaan ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Tulisan singkat ini akan membahas beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh penderita asma, jika ingin bepergian menggunakan pesawat udara.

Penderita asma yang secara umum sehat dan bugar, serta penyakitnya terkontrol dengan baik, biasanya tidak mengalami masalah saat melakukan perjalanan dengan pesawat udara.

Untuk pengidap asma yang ringan dan cukup bugar untuk terbang, disarankan untuk selalu membawa obat-obatan yang penting di pesawat, khususnya inhaler yang mampu mengurangi gejala-gejala asma seandainya kambuh. Semua penderita asma, kecuali yang paling ringan dan jarang kambuh, sebaiknya membawa obat steroid oral yang biasa dikonsumsi, untuk berjaga-jaga seandainya asma tiba-tiba memberat.

Perjalanan udara tidak disarankan bagi mereka dengan asma yang labil dan berat, atau baru saja menjalani rawat inap. Penurunan tekanan udara dalam kabin pesawat saat terbang bisa mempengaruhi fungsi pernafasan dan menimbulkan kedaruratan. Sebagai acuan bahwa anda tidak cukup bugar adalah jika anda mengalami kelelahan dan kesulitan bernafas setelah berjalan kaki dengan kecepatan sedang sepanjang kurang lebih 50 meter.

Asma merupakan penyakit kronis (jangka panjang) yang disebabkan oleh sensitifnya saluran udara di paru-paru akibat peradangan yang terjadi. Sehingga berbagai hal yang menyebabkan alergi (allergen) dapat menjadi pencetus kambuhnya serangan asma. Bagi penderita yang suka bepergian terutama menggunakan transportasi udara, hal ini akan menjadi tantangan tersendiri.
Lingkungan udara kabin sendiri tidak mengandung allergen tertentu yang dapat memicu kambuhnya asma. Kunci utamanya disini adalah untuk sebisa mungkin menghindari allergen yang dapat memicu kambuhnya asma sebelum melakukan perjalanan.

Hal penting yang perlu dilakukan sebelum bepergian adalah kontrol ke dokter yang biasa menangani anda saat gejala asma kambuh. Mintalah dokter untuk meresepkan beberapa jenis pengobatan darurat seperti kortikosteroid untuk dibawa saat terbang nanti. Taruh semua obat cair termasuk inhaler dalam kantong plastik dan tempatkan di dalam tas yang dibawa ke kabin, untuk memudahkan saat pemeriksaan di bandara.

Jika sempat, lakukan pengecekan ke maskapai yang akan digunakan, apakah pesawat yang akan ditumpangi dilengkapi dengan bronchodilator inhaler, spacer atau nebulizer dalam medical kit mereka.

http://www.adywirawan.com/2011/11/asma-dan-penerbangan.html

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top