Pengantar dari penulis:

Ijinkan saya coba share sebuah tulisan pendek tentang teknik SAR secara umum. Tujuannya adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga jika suatu saat para rekan harus terlibat atau berinteraksi dengan sebuah operasi SAR, para rekan dapat bertindak dengan sebuah rencana dan insya Allah partisipasinya akan lebih bermanfaat daripada menebak-nebak.  Saya yakin suatu saat salah satu dari kita pasti ada yang akan ikut baik secara full atau terbatas, khususnya bagi yang terbang dengan helikopter ataupun pesawat ukuran sedang ke bawah dan bertugas di remote area.

 

----------------------------------------------------- 

Dengan perubahan cuaca yang cukup ekstrim khususnya di wilayah tropis, kita sering mendengar terjadinya kecelakaan transportasi. Bila kecelakaan itu terjadi di jalan atau tempat yang relatif dikenal, maka proses pencarian dan evakuasi tidak terlalu mengalami kendala yang berarti. Namun jika terjadinya di tempat yang terpencil seperti tengah laut ataupun di dalam hutan yang lebat maka perlu dilakukan operasi SAR (Search and Rescue) untuk menemukan lokasi terakhir korban. Memang tidak semua pesawat akan melaksanakan sebuah misi pencarian, namun tidak menutup kemungkinan akan berinteraksi dengan unit yang sedang melaksanakan atau paling tidak turut berpartisipasi secara terbatas sesuai kemampuan pesawat yang diawaki. Misalnya jika salah satu pesawat dari perusahaan kita mengalami kecelakaan di daerah Papua, biasanya selain tim SAR dari BASARNAS maupun instansi lain, kitapun turut membantu mencari keberadaan rekan kita. Dengan mengenal gambaran teknik pencarian secara umum tentunya dapat dijadikan bekal untuk melaksanakan dan membantu menyelamatkan jiwa yang membutuhkan pertolongan.

Gambaran umum teknik pencarian ini saya ambil dari berbagai sumber termasuk pengalaman pribadi dalam melaksanakan misi pencarian di berbagai tempat. Pertama saya ingin membahas hal-hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan sebuah misi pencarian :

1. Sensor Range.

Dalam merencanakan sebuah misi pencarian perlu diperhatikan kemampuan sensor yang ada di pesawat untuk mencegah terjadinya blank area dalam pencarian.

Sensor bukan selalu harus berarti peralatan super canggih seperti mission console di pesawat AEWC (Airborne Early Warning and Control), AWACS (Airborne Warning and Control System), ataupun MPA (Maritime Patrol Aircraft), mata kita sendiri termasuk sensor yang range-nya tentu berbeda-beda sesuai kemampuan.

2. Sweep Width.

Besarnya sweep width adalah dua kali sensor range. Besarnya sweep width amat bergantung pada sensor yang digunakan serta besarnya target yang dicari. Jika target yang dicari berukuran besar dan bisa dideteksi oleh radar, maka bisa digunakan sweep width yang lebar. Namun jika identifikasi lebih lanjut diperlukan, misalnya jenis dan nama kapal maka digunakan sweep width yang sempit.

 

3.Operating Area Size.

Operating area size ditentukan oleh sensor range, sweep width, speed, dan endurance pesawat. Besarnya dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut :

 

4. Coverage Factor.

Untuk mendapatkan 100% coverage factor, track spacing tidak boleh lebih besar dari sweep width.

 

5. Speed of Advance (SOA).

SOA adalah kecepatan gerak maju rata­-rata pesawat dalam melaksanakan misi pengamatan/ pengintaian/ pencarian.

6. Contact Density.

Kepadatan contact sangat berpengaruh kepada SOA. Semakin padat maka akan semakin mengurangi SOA. Dalam perencanaan misi senantiasa berpedoman kepada arsip pelaksanaan misi sebelumnya sehingga lamanya pelaksanaan terbang dapat diprediksi sejak awal.

7. Model Pencarian

a. Track Line Search

Dilaksanakan apabila sasaran yang dicari masih dalam jangkauan sensor yang digunakan atau masih berada di sekitar jalur penerbangan pada daerah tersebut. Model ini biasanya digunakan dalam pencarian kapal yang diperkirakan masih dalam jalur pelayaran tertentu atau pesawat yang terbang mengikuti flight plan tertentu, maupun gerakan kendaraan darat yang jalurnya sudah diketahui.

b. Parallel Search

 

Dipergunakan apabila daerah/lokasi pencarian mempunyai daerah yang luas dan merupakan empat persegi panjang. Pencarian dilaksanakan sejajar dengan sumbu terpanjang dari empat persegi panjang tersebut.

c. Creeping Line Ahead

Penggunaan hampir sama dengan Parallel Search namun daerah yang akan diamati lebih luas lagi, sehingga pencarian dilaksanakan sejajar dengan sumbu terpendek dari empat persegi panjang tersebut.

d. Expanding Square Search

Digunakan apabila lokasi/daerah pencarian diketahui dan ditentukan datumnya secara akurat.

e. Sector Search

Digunakan apabila lokasi/daerahnya berbentuk lingkaran membesar sehingga dapat dibagi untuk beberapa pesawat dan pencarian pada titik tengah lokasi dapat dilihat berkali­-kali.

f. Contour Search

Digunakan apabila lokasi/daerah pencarian pada daerah pegunungan, di mana pencarian dimulai dari daerah tertinggi kemudian menurun.

 

Tambahan terakhir yang seringkali dilupakan dalam pencarian adalah menyiapkan perkiraan bentuk dan ukuran target sesuai dengan ketinggian terbang. Misalnya, orang ketika dilihat dari ketinggian 0 kaki, 100 kaki, 200 kaki, dan seterusnya kira-kira seperti apa. Karena jika tidak siap, bisa jadi kita sudah melihat namun tidak merasa melihat karena di otak kita membayangkan bentuk yang lain.

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top