Gimana sih mengukur ketinggian pesawat pada waktu terbang? Gak mungkin kan kita lempar pita meteran dari pesawat untuk mengukur ketinggiannya?

Lalu kalau kita sudah bisa mengukur ketinggian pesawat, dari mana mulai diukur? Dari atas gunung atau dari tempat lain? Kalau saya meletakkan sebuah benda setinggi 1 meter di atas tanah di gunung, tentu ketinggiannya akan berbeda dengan benda yang diletakkan setinggi 1 meter di atas pasir pantai.

Jadi bagaimana?

Sudah lama manusia tahu bahwa makin tinggi posisi kita dari permukaan laut, maka makin rendah tekanan udara yang kita rasakan. Sebelum ada GPS dan perlengkapan elektromagnetik canggih lainnya, perangkat untuk mengukur tekanan udara yang tersedia adalah barometer.

Jadi mudah kan? Makin tinggi posisi kita, tekanan udara (air pressure) akan makin kecil, hasilnya adalah penunjukkan di barometer akan makin kecil.

Jadi makin kecil penunjukkan barometer, makin tinggi posisi kita terhadap sebuah permukaan. Dengan cara ini sebuah barometer bisa menjadi sebuah penunjuk ketinggian yang sederhana. Untuk mudahnya mari kita sebut alat ini altimeter. Bedanya dengan barometer adalah, kalau kita berada di posisi yang makin tinggi barometer harus menunjukkan nilai yang makin kecil maka altimeter sebaliknya harus menunjukkan nilai yang makin besar.

Mari kita buat sebuah indikator tekanan udara dan ketinggian dalam satu paket. Di bawah ini adalah gambar sebuah barometer yang akan menunjukkan tekanan udara dalam sebuah satuan 1 sampai 8, makin besar tekanan udara maka makin besar angkanya.

Di sisi atas ada penunjuk ketinggian dalam sebuah satuan yang menunjukkan angka yang makin besar jika alat ini dibawa ke posisi yang lebih tinggi. Jadi 700 lebih tinggi daripada 100.

Satuan dari tekanan udara dan ketinggian di indikator ini adalah satuan khayalan. Hanya untuk memberikan gambaran agar lebih mudah dimengerti.

Sekarang bisa kita bayangkan misalnya alat ini kita bawa ke dataran rendah yang tidak jauh dari permukaan laut maka indikator akan menunjukkan tekanan tinggi , sedangkan penunjuk ketinggian menunjukkan angka yang rendah.

Sebaliknya jika alat ini kita bawa ke tempat yang tinggi, maka indikator akan menunjukkan angka tekanan udara yang rendah serta ketinggian yang tinggi.

Sebagai pengetahuan dasar, dalam penerbangan, ketinggian pesawat biasanya diukur dari ketinggian permukaan laut. Ada juga kasus tidak biasa di negara-negara tertentu yang mengukur ketinggian pesawat dari permukaan tanah di bandar udaranya. Tapi sekarang makin sedikit negara yang menggunakan metode ini.

Semoga sampai di sini kita sudah mengerti konsep dasar kerja sebuah altimeter atau alat penunjuk ketinggian berdasarkan perbedaan tekanan udara luar.

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top