Dion Edz capt, mau tanya bagaimana step2 pada saat take off?? mxd nya spt brpa speedny,lalu apa yg harus dilakukan (memencet tombol apa saja), apa itu V1 Vr V2 ?? saat V2 kan sudah harus take off bukan? dan bgaimana proses dari V1 sampai vr dan V2. saya pnh baca di website tetapi sy bingung dgn istilah2 nya. tgx so much capt.. :)

Thursday at 15:51 ·

Petugas Ilmuterbangdotkom
Petugas Ilmuterbangdotkom
Biasanya gak ada yang dipencet :) kecuali beberapa pesawat seperti Fokker 100 yang harus tekan tombol TOGA untuk mengaktifkan TOGA (Take off Go Around) mode.
Speed V1, Vr & V2 sudah ditentukan sebelumnya. Waktu take off, throttle dimajukan ke power take off thrust yang diinginkan (biasanya indikatornya adalah % N1). Misalnya 98%.
Lalu pesawat akan mulai bergerak, pada waktu melewati Vr, yoke ditarik dan kecepatan dijaga di V2 atau di atasnya (V2+10 kts) sampai acceleration altitude misalnya 1500 feet AGL.
Pada Thrust reduction altitude (misalnya 1000 feet AGL), throttle di turunkan ke climb thrust, misalnya 96% N1.
Setelah 1500 feet, hidung pesawat diturunkan untuk menaikkan kecepatan ke cruise speed dan flaps dinaikkan.
Cruise speed di bawah 10ribu feet biasanya 250kts, diatas 10rb feet bisa accelerate normal climb speed (misalnya 300 kts).
Angka2 persen di atas akan tergantung pesawat, berat, suhu, angin di atas landasan, dan lainnya.
Thursday at 22:38
Andi Gandaria
Andi Gandaria
mungkin yg dimaksud 'pencet-pencet' waktu terbang di MS-Flight simulator??
Yesterday at 13:19
Dion Edz
Dion Edz
tgx capt atas jawabannya, dan kl blh mnta penjelasannya lagi. berapa speed apabila sudah mencapai V1 lalu speed bila sudah Vr kemudian V2.. maaf kl byk tanya krn saya msh agak sedikt bingung dgn V1 Vr dan V2.. :)
@bund andi : bukan mas, ptanyaan sy mxd nya pada pesawat besar :)
Yesterday at 14:06 ·
Petugas Ilmuterbangdotkom
Petugas Ilmuterbangdotkom
Misalnya dengan berat 230 ton, dan panjang landasan 4000m, dengan angin, suhu dan tekanan udara tertentu, sebuah A330 misalnya menurut perhitungan memiliki V1:157 knots, VR:160 kts dan V2: 165knots.
Waktu take off melewati V1 (157 knots), jika ada engine fail maka landasan tidak cukup untuk berhenti, jadi harus terus take off.
Kalau terjadi sebelum V1 maka harus berhenti.
Pada waktu sampai VR baik kedua mesin bekerja atau salah satu mati, hidung pesawat dinaikkan sampai airborne (meninggalkan daratan).
Begitu mulai climb, roda dinaikkan. Saat itu speed akan naik terus, dan hidung pesawat diatur supaya speednya antara V2 s/d V2+10kts (antara 165 s/d 175 kts).
Speed ini dijaga sampai dengan acceleration altitude (mungkin berbeda2 tiap company, negara dan bandara, typicalnya 1500 feet).
Yesterday at 15:01
Dion Edz
wwooww.. ini jawaban yang saya expect.. tgx a lot lot lot, capt...... ;) Safe skies...! :)

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top