Kalau anda perhatikan beberapa pesawat besar, anda akan menemukan di ujung ekor pesawat ada sebuah lubang seperti knalpot kendaraan bermotor yang kadang terlihat mengeluarkan sedikit asap atau mengeluarkan udara panas yang terlihat dari pantulan cahaya yang melewati udara panas tersebut.

Lubang tersebut adalah lubang gas buang dari perangkat yang bernama APU. APU ini sebenarnya adalah sebuah mesin turbin yang lebih kecil dari mesin pesawat yang menggunakannya.

Contoh APU. Sumber http://www.pw.utc.com/Content/Photos/Feed/Stories/PW900_APU-Series/pw900_1_high.jpg

  

Apa gunanya APU?

Pada saat mesin dimatikan, pesawat masih perlu pasokan listrik untuk instrumen serta alat kelistrikan lainnya dan juga udara bertekanan (pneumatik) yang disebut bleed air untuk menjalankan penyejuk udara (AC) yang disebut Air Conditioning Pack. APU inilah yang menggantikan mesin untuk menyediakan listrik dan tenaga pneumatik.

Tenaga pneumatik yang dihasilkan oleh APU juga digunakan untuk menyalakan mesin pesawat. Caranya dengan meniupkan udara bertekanan ke mesin turbin pesawat sehingga turbinnya berputar dan setelah putarannya mencukupi, bahan bakar akan dimasukkan ke dalam ruang bakar dan dibakar oleh igniter/pemantik. Hasil pembakaran akan memutar turbin sampai turbin berputar sendiri.

Pada pesawat tertentu seperti Boeing 787, APU hanya memasok tenaga listrik karena pendinginan udara kabin dilakukan oleh perangkat pengatur suhu dengan tenaga listrik saja tanpa tenaga pneumatik, begitu pula engine start yang menggunakan tenaga listrik untuk memutar turbin.

APU dipakai pada saat semua mesin dalam keadaan mati

 Kapan APU dipakai?

APU dipakai pada saat semua mesin dalam keadaan mati. Normalnya APU dinyalakan pada saat pesawat disiapkan untuk terbang oleh teknisi ataupun oleh penerbangnya. APU akan dimatikan pada waktu mesin pesawat sudah menyala.

APU akan dinyalakan kembali setelah pesawat mendarat dan sebelum mesin dimatikan agar kelistrikan dan AC pack di pesawat tetap bisa digunakan. Untuk turn-around atau transit, APU biasanya dibiarkan menyala kecuali di bandar udara yang mengharuskan pemakaian external power dan external AC di tempat parkir pesawat.

Pada waktu terbang APU juga bisa dinyalakan untuk menggantikan generator yang rusak. Pesawat komersial bermesin ganda biasanya memiliki satu generator dan satu bleed air/AC pack di masing-masing mesinnya. Jika salah satu generator tidak berfungsi maka APU generator bisa dipakai sebagai penggantinya.

APU juga bisa dipakai sebagai sumber pneumatik (bleed air) untuk AC pack yang mengatur tekanan udara dan suhu di kabin jika bleed air dari mesin pesawat tidak berfungsi.

Pemakaian APU untuk AC Pack pada waktu tinggal landas/take off dapat menambah tenaga mesin karena bleed air dari mesin tidak digunakan, sehingga tenaga mesin yang tadinya dipakai untuk bleed air akan menjadi maksimum untuk tenaga dorong saja. Jadi di landasan yang terbatas, pemakaian APU dapat menambah kinerja mesin untuk lepas landas. 

Umumnya APU tidak dipakai pada waktu terbang kecuali pada kondisi tertentu. Contohnya pada waktu salah satu generator listrik di salah satu mesin tidak berfungsi maka APU dinyalakan untuk menjadi cadangan listrik yang tersedia selama terbang.

 

Batasan pemakaian APU

Kemampuan APU tidak sama dengan mesin pesawat. Tidak semua APU bisa di-start di ketinggian maksimum yang bisa dicapai oleh pesawat tersebut. Misalnya ada pesawat yang bisa terbang sampai 37000 kaki tapi APUnya hanya bisa di-start pada ketinggian 25000 kaki, meskipun ada juga APU yang sanggup di-start pada ketinggian maksimum pesawat tersebut. Contohnya APU untuk pesawat Airbus A330 sanggup di-start pada ketinggian yang sama dengan ketinggian maksimum pesawat yaitu 41500 kaki.

Kemampuan APU untuk memasok listrik dan bleed air juga tidak sebesar kemampuan mesin pesawat. Karena itu setelah dinyalakan pada waktu terbang ada batasan pemakaian bleed air, misalnya ada APU yang bleed air dan kelistrikannya hanya bisa dipakai bersamaan sampai 22500 kaki. Di atas ketinggian tersebut, hanya kelistrikannya yang bisa dipakai.

 

Engine APU mode

Menempatkan APU di pesawat selain mempunyai keuntungan juga menyebabkan berat pesawat menjadi bertambah. Berat ini cukup merugikan jika APU dipasang pada pesawat yang kapasitas muatnya tidak besar. Pada beberapa pesawat seperti ATR, mesin pesawat berfungsi sebagai APU pada waktu pesawat berada di darat. Pada APU mode atau di pesawat ATR disebut sebagai Hotel Mode, mesin tetap menyala tapi putaran propeller/baling-baling diberhentikan oleh propeller brake sehingga tidak membahayakan orang yang bekerja di sekitarnya dan tidak membuat pesawat bergerak.

Bagaimana kalau APU rusak pada saat pesawat sedang berada di darat?

Jika tidak ada APU maka pesawat memerlukan tenaga dari generator di luar pesawat yang disebut GPU (Ground Power Unit) yang menyediakan listrik untuk kebutuhan pesawat.

Untuk pendinginan di kabin, ada mobile AC unit yang berupa truk dengan mesin AC yang besar.

Selain GPU dan mobile AC unit, ada juga air starter unit. Alat ini seringkali dikenal dengan nama GTC. Alat ini berfungsi sebagai sumber pneumatik baik untuk AC pack atau untuk start engine.

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top