Ada beberapa pertanyaan yang sering keluar di grup facebook ilmuterbang.com mengenai cara menyalakan mesin pesawat terbang.
Secara umum ada dua jenis mesin pesawat udara. Mesin piston dan mesin turbin. Keduanya bekerja dengan cara membakar bahan bakar di ruang bakar. Energi panas ini diubah menjadi energi kinetik gerakan yang dilakukan mesin.

Pesawat bermesin pistonGerakan mesin piston yang naik turun diubah menjadi putaran. Pada mesin turbin, gerakannya sudah berputar.
Jadi kalau kita kembali ke prinsip dasar starter, untuk mesin turbin atau piston, intinya adalah bagaimana caranya memutar mesin sebelum memberi bahan bakar.

Mesin piston
Menyalakan mesin piston adalah dengan menggerakkan pistonnya. Setelah piston bergerak, percikan api dari businya akan membakar bahan bakar dan udara di piston dan akan menggerakkan pistonnya. Yang agak berbeda adalah mesin diesel yang tidak memakai busi tapi memanfaatkan ruang bakar yang dipanaskan. Setelah pistonnya bisa bergerak sendiri maka starter akan dimatikan.

Mesin piston ada banyak di sekitar kita. Mesin mobil dan motor adalah mesin piston. Bahkan mesin potong rumput dan generator/pembangkit listrik pun banyak menggunakan mesin piston. Mesin piston di pesawat udara juga mempunyai prinsip kerja yang sama.

Rangkaian starter

Menyalakan mesin mobil biasanya menggunakan starter listrik atau electric starter dengan starter motor yang memutar mesin dan menggerakkan piston.

Cara yang sama juga digunakan di pesawat udara dengan mesin piston. Sumber tenaga untuk starter motor bisa dari batere (aki) yang ada di kendaraan tersebut atau dengan sumber tenaga listrik dari luar.

Tanpa ada starter motor, mesin piston kecil biasanya bisa diputar dengan tenaga otot. Kalau starter motor tidak bekerja, mobil/motor yang mogok bisa distart dengan cara mendorong motor atau mobil tersebut untuk menggerakkan roda. Roda berputar maka mesin ikut berputar kalau persneling/roda giginya masuk. Setelah mesin berputar, siklus start mesin akan dimulai.

Contoh lainnya adalah starter injak yang ada di sepeda motor. Tenaga otot kaki dipakai untuk memutar mesin piston yang ada di motor. Memutar mesin potong rumput dengan tali juga menggunakan otot untuk menyalakan mesinnya.

Di pesawat bermesin piston, rodanya tidak terhubung ke mesin. Untuk memutar dengan otot, bisa dilakukan dengan memutar propeller/baling-baling. Cara menyalakan mesin dengan memutar baling-baling dengan tangan disebut handpropping.

 

Mesin turbin
Mesin turbin

Mesin turbin bisa dinyalakan dengan cara memutar turbinnya. Memutar mesin turbin susah dilakukan dengan otot karena putarannya yang tinggi.

Memutar turbin bisa dilakukan dengan starter listrik/elektrik atau dengan cara ditiup oleh tenaga pneumatik agar berputar.

Starter listrik/electric starter.
Starter listrik bekerja dengan menggunakan starter motor yang memutar turbin dengan kecepatan yang cukup tinggi untuk menyalakan mesin turbin. Turbin yang berputar juga memutar kompresor yang memadatkan udara ke ruang bakar/combustion chamber. Setelah putaran mesin yang diperlukan sudah dicapai maka bahan bakar ditambahkan ke ruang bakar.
Campuran bahan bakar dan udara ini dibakar oleh igniter untuk menghasilkan energi yang memutar turbin.
Setelah itu mesin turbin akan menyala dan berputar sendiri tanpa bantuan starter.
Sumber tenaga listrik untuk starter listrik ini bisa dari batere/aki pesawat tersebut atau dengan pasokan listrik dari APU (Auxilliary Power Unit). Sumber listrik dari luar juga bisa dipakai, misalnya external battery atau dari Ground Power Unit (GPU). Tentang APU dan GPU sudah dijelaskan di artikel lain di website ilmuterbang.com.

Starter Pneumatik
Starter pneumatik akan meniup udara ke turbin. Karena tiupan ini turbin akan berputar sampai pada putaran tertentu dan siklus yang sama dengan di atas akan terjadi. Jadi apapun cara startnya, dengan starter listrik ataupun penumatik, prinsipnya tetap sama. Memutar turbin.

Tiupan udara untuk cara terakhir ini bisa pakai bleed air dari APU, bleed air dari engine yang lain, bleed air dari ground air starter (GTC, Gas Turbine Compressor), atau bleed air dari electric compressor (contohnya di pesawat B787).

Sumber gambar:
- koleksi pribadi
- FAA handbooks

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top