Hari pertama terbang sebagai siswa pun, seorang penerbang biasanya sudah dikenalkan pada ATIS. ATIS (Automatic Terminal Information Service), adalah frekuensi radio yang memancarkan informasi secara otomatis tanpa henti. Informasi yang diberikan biasanya adalah informasi landasan yang digunakan, cuaca terkini, biasanya 1 jam atau 30 menit terakhir kecuali jika terjadi perubahan cuaca yang sangat tajam. Informasi lain yang penting juga sering diberikan, misalnya adanya windshear, penutupan jalur taxyway dan lain sebagainya.

Sebelumnya atau juga pada bandar udara yang tidak sibuk, semua informasi itu diberikan oleh ATC, dengan komunikasi suara secara langsung. Tapi dengan bertambahnya volume penerbangan, maka ATIS sangat membantu untuk mengurangi kesibukan komunikasi di radio penerbangan.

Cara mendapatkan informasi di ATIS sangat sederhana. Setelah mendapatkan frekuensi ATIS yang ada di terminal chart, kita bisa mulai mendengarkan informasi yang ada. Contohnya bandar udara Soekarno -Hatta memancarkan ATIS di frekuensi 126.85 MHz. Biasanya akan terdengar infomasi sebagai berikut:

“ Soekarno- Hatta information Bravo, at 1300 Zulu, runway in use 25 Left and 25 Right, wind 240 degrees 7 knots, visibility 9000 meters, cloud few at 12 thousand feet, temperature 30 dewpoint 28, QNH 1014, Nosig, delivery frequency 121.75, out”

Keterangan tentang isi dari laporan cuaca tersebut ada dalam tulisan selanjutnya mengenai layanan laporan cuaca bagi penerbangan.


Frekuensi ATIS

Frekuensi yang digunakan untuk ATIS adalah satu frekuensi tersendiri yang memancarkan semua informasi. Di bandar udara besar dengan banyak landasan pacu, kadang-kadang disediakan lebih dari satu frekuensi ATIS, untuk memisahkan beberapa informasi.

Dalam hal ini biasanya ATIS untuk keberangkatan (departure) dan ATIS untuk kedatangan (arrival) dipancarkan pada frekuensi yang berbeda.

Tombol  VOICE untuk mendengarkan ATIS
Tombol VOICE untuk mendengarkan ATIS
Untuk menambah jarak pancar, ATIS juga bisa dipancarkan dari frekuensi radio navigasi VOR (VHF Omni Range). Dengan tehnik tertentu pancaran ATIS dibedakan dengan pancaran identifikasi VOR. Bagi penerbang cara untuk membedakannya adalah dengan menekan tombol Voice pada pengendali frekuensi VOR. Dengan menekan tombol ini, maka pancaran morse identifikasi nama VOR akan digantikan dengan pancaran informasi dari ATIS.

Semua frekuensi yang digunakan oleh ATIS, baik frekuensi sendiri maupun menggunakan frekuensi VOR, masih menggunakan frekuensi VHF (Very High Frequency) yang mempunyai keterbatasan jarak dan pantulan dengan obstacle (benda yang menghalangi pancaran radio). Tanpa adanya obstacle, dengan ketinggian terbang sekitar 37000 kaki, maksimum pancaran ATIS akan didapat dalam jarak 150-200 nautical mile, tergantung pada kekuatan pemancarnya. Jarak ini akan berkurang dengan adanya obstacle (penghalang) di sekitar bandar udara.

 


Digital ATIS

Dengan perkembangan komunikasi penerbangan, saat ini dikenal cara komunikasi melalui jaringan data (data link) melalui frekuensi VHF, atau SATCOM (Satellite Communication), pada waktu hubungan dengan frekuensi VHF tidak tersedia. Sebuah perusahaan penerbangan harus berlangganan untuk mendapatkan layanan sistem jaringan data ini.

Sistem yang disebut ACARS (Aircraft Communication Addressing and Reporting System) ini memungkinkan pesawat untuk berkomunikasi dengan perusahaan, dengan ATC atau layanan penerbangan seperti permintaan laporan cuaca dan ATIS.

Mendapatkan ATIS dari ACARS
Mendapatkan ATIS dari ACARS
Dengan data link ACARS ini, permintaan akan laporan cuaca dari ATIS, tidak terbatas dengan jangkauan pemancar radio ATIS. Dimanapun posisi pesawat, penerbang dapat mendapatkan laporan terakhir keadaan cuaca dan landasan yang digunakan, termasuk semua informasi penting lainnya.

Sayangnya tidak semua bandar udara terhubung dengan D-ATIS (Digital ATIS) ini.


disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top