Airline menghemat US $892000 dengan FOQAMimpi airlines membahas FOQA program sebelum mengaplikasikannya

FOQA singkatan dari Flight Operation Quality Assurance adalah sebuah program untuk menganalisa sebuah event atau kejadian berdasarkan pada data yang diunduh  (download) dari sumber yang sama dengan DFDR (Digital Flight Data Recorder). Awalnya FDR (Flight Data Recorder) hanya diperbolehkan “dibaca” untuk keperluan penyelidikan setelah terjadinya suatu kecelakaan. Namun kemudian timbul pemikiran untuk memperluas penggunaannya sebagai Preventive Accident Program  (Program pencegahan kecelakaan). Berdasarkan data-data yang didapat dari semua pesawatnya, maka sebuah airline akan bisa melakukan tindakan mengubah, menambah atau bahkan menghilangkan suatu kebijakan ataupun prosedur yang cenderung mengakibatkan terjadinya sebuah kecelakaan.

Persoalan yang timbul kemudian adalah ketika data-data yang diunduh tersebut digunakan sebagai "alat" oleh manajemen untuk menghukum pilotnya dan dipakai oleh regulator untuk menghukum airline bersangkutan atau bahkan dipakai oleh ahli hukum sebagai alat bukti di persidangan. Di Amerika mereka mengenal produk hukum yang disebut sebagai Freedom Of Information Act (FOIA), dengan produk hukum tersebut maka masyarakat luas memiliki hak untuk mendapatkan informasi atas data-data dari FOQA yang dapat mereka gunakan sebagai alat hukum. Alasan inilah maka program FOQA tidak banyak dipakai oleh airlines di Amerika tapi sementara program FOQA banyak sekali dipakai airline-airline di seluruh dunia.
 
Mensiasati persoalan diunduhnya DFDR, British Airways (BA) akhirnya menemukan sebuah jalan keluarnya. BA melengkapi semua armadanya dengan Quick Access Recorders (QARs). Quick Access Recorder tersebut bukanlah bagian dari DFDR (Digital Flight Data Recorder) namun mampu memberikan data yang berasal dari sumber yang sama yang diambil DFDR. Data-data yang direkam oleh QAR diunduh dengan mudahnya tanpa mengambil data dari DFDR. Dengan ditemukan cara tersebut maka sebuah persoalan sudah dapat diselesaikan, persoalan lain terutama yang terjadi di Amerika dimana Pilot Union (Asosiasi Pekerja Penerbang) sedemikian kuatnya dan sejauh ini mereka masih menolak diunduhnya data-data penerbangan yang mereka lakukan untuk keperluan perusahaan.
 
Data-data yang direkam oleh QAR diunduh dengan mudah tanpa mengambil data dari DFDROleh karena itu di Amerika, QAR yang telah diunduh selanjutnya khusus data-data tentang siapa nama Flight Crew dan Nomor Penerbangannya dihapus, data-data tersebut bisa “dipanggil” lagi oleh Representatif/perwakilan dari Pilot Union (asosiasi penerbang) menggunakan Encryption Code (kode terenkripsi) yang hanya diketahui oleh Representatif Pilot Union tadi. Apabila sebuah  kejadian/event terjadi dengan data-data menunjukkan sebuah batasan telah terlewati (exceedance), serta dianggap perlu untuk membicarakan dengan kru yang bersangkutan maka tugas Representatif Pilot Union lah yang akan melakukannya. Solusi ini membuat program FOQA dapat diterima oleh pihak manajemen, asosiasi penerbang serta awak pesawat di Amerika Serikat.

Untuk keperluan analisa suatu airline akan memutuskan parameter apa saja yang akan dibaca, airline bersangkutan juga akan menentukan batasan atau  parameter batasan tersebut (batas atas dan batas bawah). Selanjutnya tugas computer untk mendeteksi ketika suatu event telah melewati batasan yang ditetapkan atau disebut sebagai Exeedance. Definisi exceedance dalam FOQA adalah
 
“ An event as determined by recorded data indicating that an aircraft was in situation outside the normal envelope or approved operation”.
 
Sebagai ilustrasi maka dibawah ini adalah beberapa parameter yang diunduh sebuah airline di Asia :
 
  • Excessive rotation during take off (mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi pada waktu lepas landas),
  • Unstable approach karena High rate of descend, high speed, late of landing configuration dll, ( mendarat dengan kecepatan terlalu tinggi, terlambat menurunkan roda/flaps, dll)
  • Excessive bank angle (belok dengan kemiringan berlebihan)
  • High taxi speed (berjalan di darat dengan kecepatan berlebihan)
  • Hard landing (mendarat dengan terlalu keras)
  • Long flare (mengambang terlalu jauh di atas landasan pada waktu mendarat)
  • Windshear occurrence (terjadi wind shear)
  • GPWS Ground Proximity Warning System event (terjadi peringatan dari mesin GPWS)
 
Dengan data yang didapat dari FOQA maka airline ini mampu menganalisa sebuah event dengan lebih sempurna karena dikombinasikan dengan laporan penerbang (Pilot Report). Secara sederhana dapat dijelaskan ketika sebuah event terjadi maka data dari FOQA akan memberikan informasi “apa” yang terjadi sementara Pilot Report akan melaporkan “mengapa” suatu event terjadi.

Kemampuan dalam mengenali masalah yang terjadi pada sebuah misi penerbangan serta membuat langkah-langkah koreksi terhadap masalah yang dihadapi membuat program FOQA sangat berguna sebagai salah satu safety program untuk menghindari terjadinya accident/incident.

IF YOU DON’T MEASURE IT, YOU DON'T KNOW ABOUT IT
IF YOU DON’T KNOW ABOUT IT YOU CAN’T FIX IT.
 
(Kalau kita tidak ukur, kita tidak akan tahu, kalau kita tidak tahu maka kita tidak akan bisa memperbaikinya)
 
Detak jantung suatu airline adalah daily operationnya, FOQA dianggap mampu memonitor detak jantung ini. Data-data yang ada diunduh secara periodik yaitu setiap malam setelah penerbangan terakhir atau setiap beberapa hari. Dari data-data tersebut sebuah airline akan memutuskan apakah akan mengubah, menambah atau membuat koreksi terhadap sebuah kebijakan/policy, prosedur yang lebih baik dan lebih tepat, bukan dengan cara menebak-nebak secara ngawur.
 
Meningkatkan kinerja ATC dan Engineering Department
 
Selain berguna untuk meningkatkan safety sebuah airline maka FOQA juga berguna untuk meningkatkan kinerja ATC Air Traffic Controller. Dengan data dari FOQA ATC dapat mengambil pelajaran terhadap suatu event Unstable Approach yang disebabkan oleh radar vector ATC karena pesawat mendapat radar vector terlalu dekat dengan runway, terlalu tinggi altitudenya serta terlalu tinggi kecepatan pesawat yang diminta oleh ATC. Contoh lain event GPWS yang disebabkan ATC radar vector yang terlalu rendah altitudenya pada daerah dengan perbukitan/pegunungan (terrain area).

Engineering Department mendapatkan keuntungan yang besar dengan adanya program FOQA ini. Dengan data dari FOQA menyangkut Engine Fault diagnostic, Engine health monitoring dan Fuel usage tracking. Dengan adanya program FOQA, Engineering department secara hitungan kasar mampu menghemat bahan bakar pada pesawat wide body setiap tahun sebesar USD 750.000 dengan cara Adjusted Engine/Airframe supaya lebih effisien.
 
Penghematan biaya
Sebuah data yang bersumber Union Technical Service dari FSF Flight Safety Digest bulan July-September 1998 menggambarkan biaya/cost yang dapat dihemat dengan mengoperasikan sebuah program FOQA. Data di bawah ini dipakai untuk sebuah airline yang mengoperasikan 50 buah pesawat terbang.

1. Estimate Cost annually FOQA (Perkiraan biaya tahunan untuk menjalankan FOQA)
  • a. Equipment cost USD 259.000
  • b. Personal Cost USD 500.000
Total annual cost USD 759.000

2. Estimate Total Annual saving by operating FOQA program (Perkiraan penghematan tahunan dengan menjalankan FOQA)

  • a. Fuel saving USD 486.000
  • b. Engine Saving USD 1.000.000
  • c. Safety Saving USD 165.000
Total saving USD 1.651.000

Dengan demikian dapat dihitung Net Annual saving ketika sebuah airline yang memiliki 50 pesawat (Total Annual Saving)- (Total Annual Cost) USD 1.651.000 – USD 759.000 sama dengan USD 892.000 (Delapan ratus sembilan puluh dua ribu USD) !!!!!!!

Blue sky fly safe/Hendriady Ade

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top