Duduk di jumpseat tidak bisa dihitung melakukan penerbanganSalah seorang teman saya menelepon, “roster udah keluar tuh”, katanya dalam percakapan kami. Saya langsung buka laptop saya, terhubung ke internet dan membuka portal perusahaan untuk melihat jadwal terbang saya bulan depan. Ada sebuah memo di jadwal terbang saya itu. Di sebuah penerbangan, tertulis Handling Flight, baru pertama kali saya lihat istilah ini. Sejenak saya tidak tahu maksud memo ini. Lalu saya lihat jadwal terbang saya sebelumnya. Ternyata dalam beberapa minggu terakhir, saya hanya terbang sebanyak 2 kali. Sisanya saya melakukan penerbangan training dan checking, semuanya dari “jumpseat” atau kursi tambahan yang ada di kokpit. Jadi total hanya 2 kali saya melakukan take-off dan landing. Barulah saya yakin bahwa kali ini saya harus menerbangkan pesawat dengan melakukan take-off dan landing agar saya boleh membawa penumpang karena ada batasan untuk membawa penumpang, seorang penerbang harus melakukan minimal 3 kali take-off dan landing dalam waktu 90 hari.

90 hari masih jauh bagi recency saya, tapi perusahaan ini tidak mau mengambil resiko, saya harus menerbangkan pesawat agar tetap current artinya sah untuk menerbangkan pesawat dengan membawa penumpang.  Tentunya saya juga senang karena berarti saya akan melakukan  take-off dan landing. Minimum 3 kali take-off dan landing ini juga merupakan paksaan agar tetap current bagi penerbang yang bekerja di kantor, seperti Chief Pilot, Company Aviation Safety Officer, Director of Operations, dan jabatan lainnya di kantor, yang jarang terbang karena tuntutan pekerjaan sehari-hari.

Ada sedikit perbedaan dalam penerapan minimum take-off dan landing ini tergantung dari part mana di CASR yang dioperasikan oleh seorang penerbang. Jangan lupa untuk membaca catatan di paling akhir artikel ini.

_____________________________________

Part 91

Tailwheel: harus full stop landingUntuk penerbang part 91 secara umum, bagi pemegang lisensi dari PPL sampai CPL, yang berlaku adalah aturan part 61. Dalam part 61 ini (61.157), seorang penerbang tidak boleh membawa penumpang, kecuali dalam 90 hari sudah melakukan minimum 3 kali take-off dan landing di pesawat yang akan digunakan atau dalam kelas dan kategori yang sama, termasuk type rating.  Untuk pesawat dengan tail wheel, take-off dan landing yang dilakukan harus sampai full stop. Tidak bisa dilakukan dengan touch and go.

Contohnya jika penerbang tersebut memiliki PPL single-engine rating + multi-engine rating. Maka pada saat akan terbang membawa penumpang dengan sebuah pesawat multi-engine ringan, maka sebelumnya dalam 90 hari dia harus sudah  melakukan minimum 3 take-off dan landing dengan pesawat multi-engine tersebut.  Jika kemudian dia ingin terbang membawa penumpang di pesawat dengan single-engine, maka tetap dia harus melakukan minimum 3 take-off dan landing ini di pesawat single-engine meskipun dia sudah melakukannya di pesawat multi-engine.

Contoh lain adalah penulis sendiri, yang saat ini memiliki ATPL dengan rating A330 di sebuah maskapai setara dengan part 121. Biarpun penulis sudah melakukan minimum 3 take-off dan landing di pesawat A330, pada saat akan terbang dengan pesawat lain atau part lain dari CASR seperti mengoperasikan sebuah Cessna 172 dengan part 91, maka penulis harus melakukan paling sedikit 3 kali take-off dan landing sebelum bisa terbang dengan membawa penumpang di pesawat tersebut.

Jika penerbang tersebut memiliki ijin untuk terbang malam, contohnya dengan memiliki instrument rating, maka dia harus melakukan 3 take-off dan landing dengan full stop di malam hari. Sekali lagi, dalam 90 hari.


Operator part 91, landing

Syarat untuk melakukan minimum 3 take-off dan landing ini tidak berlaku jika penerbang tersebut terbang sendirian dan tidak membawa barang kecuali barang yang diperlukan untuk penerbangan tersebut. Syarat di atas juga tidak berlaku untuk penerbang yang melakukan pengoperasian pesawat di bawah CASR part 135 dan part 121.


_____________________________________

Part 135

Part 135 take off. Foto: Edi NurprasetyaMinimum take-off dan landing untuk maskapai operator part 135 ada di 135.455 Recency of Experience Training.

Sama seperti sebelumnya, kata kuncinya adalah minimum 3 take-off dan landing dalam 90 hari. Perbedaannya adalah di part ini tidak disebutkan penerbang tersebut dilarang membawa barang, yang disebutkan adalah tidak boleh membawa penumpang. Jadi menurut pemahaman penulis, asalkan penerbang tersebut melakukan minimum 3 kali take-off dan landing biarpun membawa barang, maka selanjutnya dia boleh membawa penumpang.

Jangka waktu 90 hari ini bisa diperpanjang menjadi 120 hari asalkan selain melakukan 3 kali take-off dan landing, dia juga:

  • mendapatkan arahan jika ada perbedaan sejak terakhir kali penerbang tersebut menerbangkan pesawatnya,
  • jika pesawatnya adalah turbojet atau memiliki berat lebih dari 12500 lbs, maka take-off dan landingnya harus didampingi oleh seorang instruktur atau check pilot.
  • Salah satu take-off dan landingnya harus dilakukan dengan men-simulasikan engine failure di critical engine.

Pelaksanaan minimum take-off dan landing juga bisa dilakukan di simulator yang di-sahkan oleh otoritas penerbangan.


_____________________________________

Part 121

Melakukan recency dengan simulator. Foto: Capt. Lutfi FawziMinimum take-off dan landing untuk maskapai operator part 121 ada di 121.439. Pilot Qualification: Recent Experience. Di part ini, batasannya lebih ketat.  Perhatikan kalimat pertama:

No certificate holder may use any person nor may any person serve as a required pilot flight crewmember, unless within the preceding 90 days, that person has made at least three takeoffs and landings in the type airplane in which that person is to serve.”

Dalam 90 hari, sebuah maskapai yang beroperasi dengan part 121 tidak boleh menggunakan seorang penerbang, kecuali sudah melakukan minimum 3 take-off dan landing yang boleh dilakukan di pesawat atau di simulator visual yang disetujui oleh otoritas.

Dengan kalimat tersebut, sudah jelas bahwa minimum 3 take-off dan landing tidak boleh dilakukan di pesawat yang sedang terbang secara komersial membawa penumpang dan/atau barang.

Jika jangka waktu 90 hari ini telah terlewati maka penerbang tersebut harus melakukan pelatihan di pesawat atau di simulator dengan supervisi dari seorang check airman. Pelatihan tersebut terdiri dari paling sedikit 3 take-off dan landing yang terdiri dari:

  1. Satu take-off dengan simulated engine failure di most critical engine.
  2. Satu landing dari ILS approach dengan minimum terkecil yang dimiliki oleh maskapai tersebut.
  3. Satu landing dengan full stop.

Penerbangan di simulator ini, harus dilakukan dengan meniru keadaan terbang yang sebenarnya dan tidak boleh melakukan re-posisi. Maksudnya setelah take-off dan approach lalu landing, harus dimulai kembali dari take-off, tidak bisa re-posisi pesawat di final approach.

Dua landing yang pertama harus didampingi oleh seorang check airman yang menjadi PIC dan duduk di salah satu kursi penerbang.  Aturan lengkapnya bisa kita lihat di CASR part yang terkait.

Catatan:

Tulisan ini hanya membahas minimum take-off dan landing, tapi tidak termasuk syarat lain seperti IFR recency, pilot proficiency, dll.  Aturan yang dibahas adalah aturan pada saat tulisan dibuat yang mungkin berbeda dengan aturan saat ini. Mohon merujuk pada aturan yang terkini.

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top