PT6A turboprop engine adalah turboprop engine buatan pabrik Pratt and Whitney Canada yang merupakan salah satu pabrik engine pesawat terbang selain yang kita sering dengar seperti General Electric, ataupun Rolls Royce. Beberapa contoh pesawat yang menggunakan engine PT6A adalah T34C-1 Charlie yang menggunakan PT6A-25 dan DHC-6 Twin Otter yang menggunakan PT6A-27. Pada pesawat turboprop, propeller (baling-baling) digunakan sebagai penghasil gaya dorong (85%). Walaupun pada kenyataannya ada sejumlah kecil gaya dorong yang dihasilkan oleh nozzle (15%). PT6A-27 engine menggunakan dua turbin yang tidak saling berhubungan (independent/berdiri sendiri) yaitu turbin kompresor (compressor turbin/CT) yang menggerakkan kompresor dan turbin daya (power turbin / PT) yang menggerakkan propeller.

Gambar PT6A-27 engine

Komponen-komponen PT6A-27 Engine

Gambar Centrifugal Compressor

1. Compressor

Fungsinya adalah menyediakan aliran massa udara pada tekanan yang tepat dengan jumlah yang cukup pada combustion chamber untuk digunakan pada proses pembakaran. Cara kerjanya compressor menyedot aliran udara dari air inlet duck lalu mempercepat aliran massa udara yang kemudian diperlambat oleh stator vane, sehingga akan menaikkan tekanan udara tersebut. Proses yang sama terjadi secara berulang dan kontinyu. Terdiri dari dua jenis compressor yang dipakai yaitu, sebagai berikut :

  • Axial Compressor, udara yang disedot mengalir secara paralel sejajar sumbu poros compressor. Peningkatan tekanan dapat disesuaikan dengan jumlah stage.
  • Centrifugal Compressor, udara masuk dalam arah sejajar sumbu rotor dan keluar dalam arah tegak lurus sumbu rotor.
 

 

 

2. Combustion Chamber

Fungsinya sebagai tempat untuk pembakaran campuran bahan bakar dengan udara dengan bantuan igniter, guna menghasilkan energi panas untuk diekspansikan ke turbine. Terbuat dari Nikel Alloy Sheet dan memiliki dua spark igniter.

Cara kerjanya adalah setelah aliran udara massa bertekanan tinggi dengan volume yang cukup dari compressor telah tercampur dengan massa bahan bakar (mixture air & fuel) yang disemprotkan fuel nozzle di dalam ruang bakar, maka temperature di dalam ruang bakar tersebut akan meningkat. Kemudian igniter akan memberikan percikan api guna menyalakan pembakaran dari campuran massa udara dan bahan bakar. Setelah pembakaran berlanjut secara kontinyu, maka igniter berhenti bekerja.

Gas panas yang telah berekspansi tersebut selanjutnya diekspansikan ke turbine guna memutar sudu-sudu turbin tersebut.

 

Gambar Combustion chamber

3. Compressor Turbine

Fungsinya adalah mengubah energi panas menjadi energi mekanik untuk memutar rotor compressor unit. Untuk mesin turboprop hampir 2/3 dari energi yang tersimpan dari hasil pembakaran akan diperlukan untuk mengerakkan compressor dan accessesory mesin turboprop.

Gambar Compressor turbine

 

4. Power Turbine

Fungsinya mengubah energi panas untuk memutar shaft power turbine yang menggerakkan redution gearbox melalui putarann shaft tersebut sehingga dapat mengerakkan propeller. Deskripsinya adalah sebagai berikut : turbine disk terbuat dari bahan nickel alloy, sedangkan rotor blade terbuat dari bahan titanium.

Gambar Power Turbine

 

5. Reduction Gearbox

Fungsinya adalah mengurangi dan menaikkan kecepatan putaran power turbine sampai pada kecepatan putar yang sesuai dengan kebutuhan kerja propeller.

Cara kerjanya adalah putaran shaft power turbine terkoneksi langsung ke gerigi reduction gearbox, sehingga gerigi reduction gearbox tersebut berputar. Sebuah bevel gear (roda gigi tirus) sengaja dipasang pada poros propeller untuk mengoperasikan tiga buah aksesoris seperti : propeller governor (CSU), propeller overspeed governor, Np tacho generator.

6. Propeller

Fungsinya untuk menghasilkan gaya dorong (thrust)bagi pesawat bermesin turboprop, yang dihasilkan dari energi yang diekstrasikan dari putaran power turbine yang memutar shaft power turbine dan reduction gearbox sehinggga memutar propeller untuk menghasilkan thrust.

Pengendalian propeller dilakukan dengan bantuan propeller governor dan sebuah overspeed governor untuk mencegah terjadinya overspeeding (berlebihnya RPM mesin yang dapat menyebabkan turunnya efisiensi propeller).

7. Exhaust Duct

Fungsinya untuk menyemburkan expansion gas hasil pembakaran. Pada turbojet engine digunakan untuk menyalurkan thrust dari combustion chamber. Sedangkan pada turboprop engine digunakan untuk menyalurkan gas buang.

 

Gambar Exhaust duct

disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com
Go to top