Udara, moda transportasi yang ideal untuk masa kini dan masa depan

PenulisMelihat kondisi jaman yang semakin terus berkembang kita tak bisa memungkiri bahwa moda transportasi yang ideal di masa depan ialah transportasi udara. Mengapa bisa dibilang begitu??

Kita bisa melihat begitu banyak orang membicarakan efisien dalam segala hal termasuk dalam hal transportasi. Dalam transportasi, efisiensi bisa diterjemahkankan dengan banyak cara. Efisiensi waktu, efisiensi biaya, efisiensi bahan bakar, efisiensi jarak, dll. Melihat efisiensi dari beberapa aspek tersebut, moda transportasi udara bisa dibilang cukup meliputi banyak aspek efisiensi.

Dilihat dari efisiensi waktu, moda transportasi udara ini bisa dibilang sangat efisien. Bisa kita bayangkan misalnya saya akan bepergian dari Pontianak-Semarang menggunakan kapal laut, saya bisa menghabiskan waktu hingga 3 hari berada di laut tapi lain hal jika saya menggunakan pesawat udara. waktu 3 hari tersebut, bisa kita tekan hingga 1 - 2 jam saja! Bisa dibayangkan, betapa efisien moda transportasi satu ini.


Dilihat dari efisiensi jarak, bisa kita andaikan, kalau saja saya pergi dari Pontianak ke Singkawang menggunakan mobil, saya bisa menghabiskan waktu selama 3 jam dan harus menyusuri jalan yang berkelok kelok, naik turun bukit/gunung, dan menyusuri pantai. tapi lain jika saya menggunakan helikopter. Saya bisa menempuh Pontianak-Singkawang hanya dalam waktu hanya 30 menit. dan saya tidak harus berbelok-belok menyusuri jalan yang berliku-liku. Cukup take off, dan heading heli menuju Singkawang (terbang VFR), dan jalan. Cukup ringkas dan efisien.



Moda transportasi udara tidak hanya berfungsi sebagai alat angkut penumpang. Pengangkutan kargo, tanker, pengintaian, dan masih banyak kegunaan dari moda transportasi yang satu ini.

Kita akan kilas balik pada sebuah kejadian yang menimpa saudara kita di daerah Mentawai beberapa waktu lalu. Mentawai ialah sebuah pulau kecil yang hanya mempunyai satu bandara utama. Jarak yang jauh serta medan yang sulit tidak memungkinkan bantuan di salurkan melalui moda transportasi darat. Di sinilah TNI AU kita bergerak. dengan mengerahkan sejumlah pesawat Hercules (C-130), TNI AU menyalurkan bantuan untuk para korban dengan cara menerjunkan logistik ke titik yang telah di tentukan sebelumnya. penerjunan logistik itu di awali penerjunan beberapa pasukan untuk menjadi sukarelawan. Melihat hal ini, begitu bisa kita simpulkan, penggunaan pesawat udara dalam hal ini tentulah sangat berguna dan membantu, khususnya menyalurkan bantuan ke daerah yang sulit di jangkau melalu moda transportasi darat maupun laut. Penggunaan moda transportasi udara (pesawat dan helikopter) juga dilakukan saat menyalurkan logistik bantuan saat tsunami aceh beberapa tahun lalu.

Selain menyalurkan bantuan, pesawat juga digunakan oleh beberapa negara sebagai 'radar terbang'. Ya, sudah banyak pesawat yang 'dimodifikasi' dengan menanamkan radar di atasnya seperti E-2 hawkeye milik US navy dan RSAF, dan Boeing AEW&C (B767) yang digunakan RAAF. Dengan adanya pesawat berkemampuan seperti itu, sangat membantu negara pengguna untuk mengawasi ruang udara negaranya. Negara Indonesia sendiri juga mempunyai pesawat semacam ini, namun memiliki kemampuan jauh di bawah 2 pesawat yang penulis sebutkan di atas. yaitu B737-200 surveillance. Maka dari itu, pesawat ini digolongkan menjadi pesawat pengintai bukan pesawat radar.

Sekarang kita beralih ke fungsi angkut. Dewasa ini, sudah banyak kita lihat jasa jasa pengiriman barang (cargo) menggunakan pesawat udara. Karena hal itu, pabrik pabrik pesawat seperti Boeing, memproduksi pesawat yang memang dikhususkan untuk fungsi kargo. Baru-baru ini, pabrik pesawat Boeing memperkenalkan produksi terbarunya yaitu Boeing 747-800. Rancangan dari pesawat ini mengikuti pendahulunya yaitu Boeing 747 classic (200,300,400), namun memiliki dimensi yang lebih besar dan kemampuan mesin yang semakin mumpuni. Pesawat ini juga di produksi untuk fungsi angkut penumpang.

Fungsi lain bisa kita lihat pada pesawat tanker. Penggunaan pesawat dalam mengangkut bahan bakar juga sudah diterapkan sejak lama. Namun, fungsi dari pesawat tanker ini sendiri lebih sering kepada AAR(air to air refueling) atau istilah lain ialah pengisian bahan bakar di udara. Penggunaan ini efektif dalam sebuah misi militer apabila misi tersebut mempunyai jarak yang cukup jauh dari Base. sehingga memang dibutuhkan sebuah tanker terbang untuk bisa memasok bahan bakar.

Terutama di Indonesia yang memiliki banyak hutan dan akses yang sulit menuju pedalaman suatu daerah, penggunaan penerbangan perintis sangat dibutuhkan. Untuk lebih jelas tentang penerbangan perintis ini, bisa dilihat pada salah satu tulisan di Ilmuterbang.com yang berjudul "terbang di daerah paling timur Indonesia".


Edi Nurprasetya, pilot penerbangan perintis di Papua

Udara juga dijadikan patokan kekuatan militer suatu negara. Bagaimana bisa? Ya, kita bisa melihat bagaimana suatu penyerangan pesawat tempur kepada sasaran tertentu (kapal, darat, pesawat). Sangat cepat, lincah, dan tepat. Selain pesawat tempur, kini UAV (Unmanned Aerial Vehicle, pesawat tak berawak) tempur juga sudah mulai dikembangkan oleh negara-negara maju. Bisa kita lihat baru-baru ini, Amerika dan sekutunya menyerang negara Libya dengan pesawat. Ya, berbagai type pesawat tempur, bomber, dikerahkan untuk melumpuhkan pemerintahan Khadafi. Penyerangan yang disebut-sebut "Penyerangan 13 hari", banyak membuat lumpuh pusat-pusat pemerintahan dan militer negara Libya. Salah satu petinggi AU di sebuah negara yang tergabung dalam NATO pernah berkata “kekuatan perang ditentukan oleh air powernya”. Dari kutipan berikut, jelaslah bahwa Air Power menjadi salah satu titik kekuatan militer setiap negara.

UAV

Masih sangat banyak fungsi, kegunaan dan efisiensi dalam moda tranportasi udara di bandingkan moda transportasi yang lain. sebuah survei juga mengklaim bahwa di antara darat, laut, dan udara, transportasi udaralah yang paling aman. Tidak menutup kemungkinan, seiring perkembangan teknologi, penggunaan pesawat dalam berbagai bidang semakin berkembang

Maka pantaslah kalau transportasi udara adalah moda transportasi paling ideal masa kini dan masa depan.



disclaimer

Semua tulisan di site ini hanyalah untuk belajar dan meningkatkan ketrampilan personel penerbangan dan menambah wawasan masyarakat umum. Jika ada perbedaan dengan dokumen resmi dari otoritas yang berwenang dan pabrik pesawat, maka dokumen resmilah yang berlaku. Klik di judul disclaimer di atas untuk melihat keseluruhan aturan penggunaan ilmuterbang.com

Pengunjung

Kami memiliki 68 tamu dan tidak ada anggota online

Go to top